<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>catatan kecil imam isnaini</title>
<link>http://imamisnaini.multiply.com/</link>
<description>&#x3C;center&#x3E;-------------------------------------------------

Sebuah kehormatan bagi saya anda bersedia mampir dan melihat-lihat catatan-catatan kecil saya. Catatan kecil ini adalah usaha saya untuk belajar menulis, tentang kehidupan, tentang keluarga, tentang lingkungan sekitar dan tentang semuanya. Silahkan memberikan masukan, komentar dan kritikan pada setiap catatan, semua itu sangat berarti dan berharga bagi saya. Semoga bermanfaat. Jangan kapok untuk berkunjung di lain waktu.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Terima kasih.........&#x3C;center&#x3E;
&#x3C;/center&#x3E;&#x3C;/center&#x3E;</description>
<pubDate>Sat, 5 Jul 2008 03:24:35 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Sat, 28 Jun 2008 06:50:00 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>catatan kecil imam isnaini</title>
<url>http://images.imamisnaini.multiply.com/logo</url>
<link>http://imamisnaini.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>[cerpen] Teman Sang Gagak</title>
<description>&#x3C;p&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignright&#x22; src=&#x22;http://www.percikan-iman.com/mapi/images/stories/1105/gagak.PNG&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;Aku duduk, termenung, mempertanyakan benarkah Dia selalu mencipta tanpa kesia-siaan? Benarkah semua terlahir karena suatu tugas tertentu? Punya maksud dan punya cita-cita? Kalau memang benar, lalu apa tugasku? untuk apa aku terlahir? Dan masihkah aku bisa bercita-cita? Sedangkan aku hanyalah seekor burung dengan sayap yang patah sebelah. Hidup sendiri tanpa teman. Burung gagak sepertiku yang bersayap lengkap pun hanya pembawa berita buruk, terbang berkeliling menyiarkan kematian.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Untuk sebuah cinta? Ah itu hanya bualan penyair yang mabuk kepayang. Aku menjadi seperti ini karena aku percaya bualannya. Katanya, cinta itu membawa hidup lebih bermakna. Saking percayanya aku bertaruh nyawa, berbaku hantam dengan si elang yang kurang ajar menggoda dan merayunya. Oh kekasihku dimanakah sekarang kamu berada?.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Menyesal juga rasanya, mengapa kugunakan sayap sebelah ini untuk menangkis serangannya. Lebih baik kuserahkan saja kepalaku pada cakarnya. Atau kuberikan leher ini biar dipatuknya sampai pu...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/181/cerpen_Teman_Sang_Gagak</guid>
<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 06:50:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Kagum Pada Orang Indonesia</title>
<description>Ada sebuah ungkapan dalam bahasa Jawa yaitu &#x3C;i&#x3E;ngelu-elu&#x3C;/i&#x3E; yang berarti mengatakan sesuatu tetapi mengharapkan efek yang berlawanan. Misalnya ketika seorang ibu mengatakan kepada anaknya: &#x22;&#x3C;i&#x3E;Kono, dolano terus, rausah mulih&#x3C;/i&#x3E;&#x22;, sana main terus jangan pulang sekalian, ibu itu bukan berarti menyuruh beneran agar anaknya tidak pulang, tetapi mengharap sebaliknya, anaknya tidak melulu main.

Membaca &#x22;Kagum Pada Orang Indonesia&#x22;, buku kumpulan tulisan Emha Ainun Najib di Suara Merdeka antara tahun 2003 sampai 2007 dan satu transkrip ceramahnya di berbagai tempat, terasa bahwa Cak Nun sedang &#x3C;i&#x3E;ngelu-elu&#x3C;/i&#x3E; kita sebagai orang Indonesia. Dalam buku ini, ia banyak memuji sikap dan perilaku orang Indonesia, entah sebagai rakyat, pemimpin atau sebagai komunitas berbangsa.

Misalnya, ketika Indonesia dipandang masyarakat dunia sebagai negara miskin karena krisis yang berkepanjangan tetapi perilakunya tidak menunjukkan kekrisisannya, ia menulis: Para pakar dunia di bidang ilmu sosial, ilmu ekonomi, politik d...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/reviews/item/9</guid>
<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 02:04:22 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Sang &#x22;Financial Freedom&#x22; yang Kesepian</title>
<description>     &#x3C;a href=&#x22;http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/179&#x22;&#x3E;[catatan sebelumnya]&#x3C;/a&#x3E; Di kota yang baru, saya bertemu lagi seorang bapak yang juga kesepian. Bapak yang satu ini sangat tau dunia internet dan teknologi informasi yang lain. Ia mahir juga melakukan kofigurasi ulang PC yang ia punyai, memperbaiki hard disk yang badsector dan lain-lain. Mendengar ceritanya, saya teringat teman saya yang sering memperbaiki komputer di kantor. Saya tidak tahu persis apa latar belakang pendidikannya, dan saya tidak peduli tentang itu.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Boleh dibilang ia tidak bekerja, alias menganggur. Tapi jangan salah, meski sebagian besar waktunya dihabiskan nongkrong di rumah, ia punya penghasilan dari uang sewa kamar kost yang ia punyai. Saya kira penghasilan dari sewa kost itu cukup besar, ia punya lebih dari dua puluh kamar kost. Selain itu, setiap bulan ia mendapat kiriman dari hasil bisnis keluarganya, mungkin ia punya saham disitu. Saya ingat jargon yang banyak disebut teman-teman MLM, &#x22;Financial Fredom&#x22;. Ya, ia sudah mencapai tahap itu. Bukan lagi ia bekerja un...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/180/Sang_Financial_Freedom_yang_Kesepian</guid>
<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 04:28:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Bapak-bapak Yang Kesepian</title>
<description>    Orang yang kesepian sering menunjukkan perilaku yang aneh-aneh. Misalnya, orang dewasa yang kesepian bisa bersifat kekanak-kanakan. Sebaliknya anak-anak yang kesepian bertindak layaknya orang dewasa, seperti merokok. Meskipun tidak semua anak yang merokok itu karena kesepian. Atau seperti lirik nakal lagu Iwan Fals berikut :&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Tante tante yang kesepian&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic;
&#x22;&#x3E;Bertingkah seperti perawan&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic;
&#x22;&#x3E;Berlomba lomba mencari pasangan&#x3C;br&#x3E;..............&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Saya bertemu dengan dua orang bapak. Keduanya mengalami masalah yang sama, yaitu sama-sama menderita kesepian. Bapak yang pertama menangis saat ngobrol dengan saya. Tangisannya mirip seperti anak kecil yang menangis sambil mengadu ke ibunya bahwa mainannya dirusak temannya. Bukan untuk mengejek, tetapi memang benar begitu kenyataannya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Saya tahu kalau ia sangat kesepian setelah lama ngobrol dengannya. Ia butuh teman untuk mendengar keluhannya. Dan secara tidak sadar ia mengakuinya. Temen ngobrol sangat langka baginya. Orang-orang di kampungnya menganggap ia ketinggian ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/179/Bapak-bapak_Yang_Kesepian</guid>
<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 13:32:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Pakaian</title>
<description> &#x3C;img class=&#x22;alignright&#x22; src=&#x22;http://bp2.blogger.com/_nJrE3kt4rec/R8Eybc1KMbI/AAAAAAAAAEA/7wze3gafZO4/s320/sujud.bmp&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;Saya paling tidak suka menunggu tanpa melakukan aktifitas apa-apa. Makanya di dalam tas saya, selalu ada majalah atau buku bacaan. Jika kebetulan lupa membawanya, saya membeli koran. Nah suatu siang saya menunggu waktu tiba pukul satu untuk bertemu seseorang di kantornya. Sengaja, saya datang sebelum jam 12 dan menyempatkan shalat dzuhur di masjid dekat kantornya. Masih ada waktu sekitar 30 menit, saya duduk di serambi dan mengeluarkan buku bacaan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Belum sempat saya membacanya, tiba-tiba seseorang di samping saya menyapa, &#x22;mas, boleh lihat judulnya?&#x22; Judul buku yang saya pegang dibacanya, &#x22;Menerobos Kegelapan&#x22;.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Tampaknya ia berusaha memahami buku macam apa yang sedang ia lihat. Saya tersenyum ketika ia menebak buku ini semacam buku motivasi seperti buku motivasi kerja dan lain-lain. Karena masih tampak bingung, saya mengatakan bahwa buku ini biografi Karen Amstrong, mantan biarawati dan seorang yang percaya Tuhan tetapi tidak beragama. Ia tersenyum dan manggut-manggut.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sebentar kemudian,...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/178/Pakaian</guid>
<pubDate>Tue, 3 Jun 2008 01:48:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Pekerjaan Paling Mulia</title>
<description>Dulu saya mempunyai anggapan, pekerjaan yang paling mulia adalah menjadi seorang dokter. Saya membayangkan betapa sangat bergunanya menjadi seorang dokter. Bisa menolong sesamanya yang sedang menderita. Membantu manusia yang lain untuk bisa menjalankan kehidupannya dengan baik. Cita-cita menjadi dokter adalah cita-cita tertinggi bagi kemanusiaan. Saya menjadi paham ketika para orang tua banyak yang menganjurkan anaknya untuk menjadi dokter. Tidak pernah saya mendengar orang tua yang ingin anaknya menjadi penulis, kecuali mungkin orang tua yang penulis itu sendiri.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sekarang, saya mempunyai pandangan yang lain. Ternyata menjadi penulis tidak kalah mulianya dengan menjadi dokter. Penulis juga sangat berguna bagi kemanusiaan. Membaca karya seorang penulis, seseorang bisa terbuka pemikirannya, tergugah kesadarannya dan terbangun pandangan hidupnya sehingga sama seperti orang yang sembuh dari penyakit, bisa menjalankan kehidupannya dengan lebih baik.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Lebih luas lagi, pengaruh pemikiran seorang...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/177/Pekerjaan_Paling_Mulia</guid>
<pubDate>Wed, 28 May 2008 13:33:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Menulis untuk Belajar</title>
<description>&#x3C;img style=&#x22;width: 137px; height: 183px;&#x22; class=&#x22;alignright&#x22; src=&#x22;http://www.tcnj.edu/%7Egoldschm/technical_writing-1.jpg&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;Menurut saya, ada dua kelompok penulis. Pertama, penulis yang sudah menguasai ilmu. Dia menulis tentang ilmu yang dikuasainya untuk berbagi dengan pembacanya. Sedangkan kelompok yang kedua adalah penulis yang menulis justru untuk belajar tentang ilmu.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Nah, saya termasuk kelompok yang kedua. Saya menulis untuk belajar tentang apa yang saya tulis. Menulis filsafat agar saya lebih mengerti tentangya. Begitu juga menulis tentang ilmu agama, saya ingin lebih mengerti bagaimana agama saya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Saya percaya dengan membaca saja suatu saat saya akan lupa. Kalaupun ingat, saya tidak bisa menjelaskannya dengan sempurna. Tetapi dengan menulis otak mempunyai rangsangan untuk ingat lebih lama. Apalagi apa yang ditulis hasil dari permenungan setelah membaca, akan lebih mengerti sampai ke akar-akarnya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Yang lebih baik lagi, setelah membaca, merenungkan dan menuliskannya, kemudian mengamalkannya. Dengan mengamalkannya itu, ilmu tidak saja dimengerti, tetapi akan lebih mudah untuk dipahami.</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/176/Menulis_untuk_Belajar</guid>
<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 11:53:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Asumsi</title>
<description> &#x3C;img class=&#x22;alignright&#x22; src=&#x22;http://www.obor.or.id/Images/Buku/979-461-281-2.jpg&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;Dalam &#x22;&#x3C;a style=&#x22;font-weight: bold;&#x22; href=&#x22;http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/93/Cerita_Penjual_Sandal_Jepit&#x22;&#x3E;Cerita Penjual Sandal Jepit&#x3C;/a&#x3E;&#x22; saya pernah bercerita tentang suatu daerah yang seluruh penduduknya tidak memakai alas kaki. Dari sudut pandang marketing, ada dua pendekatan yang berbeda. Pertama, kenyataan itu adalah hambatan besar bagi produsen alas kaki, sehingga tidak akan menguntungkan jika dibangun parbrik di daerah itu. Sudut pandang kedua justru sebaliknya, ada sebuah peluang yang sangat besar yang bisa mendatangkan keuntungan melimpah, cocok sekali jika dibangun pabrik alas kaki disitu. Apa yang menyebabkan ada dua sudut pandang yang berbeda padahal kenyataan yang terjadi (faktanya) sama? Dan mana sudut pandang yang benar?&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Saya menemukan buku dari pedagang buku bekas di Jalan Dewi Sartika, Bandung. Buku yang saya beli dengan harga 10 ribu rupiah ini dicetak tahun 2006 dan sudah cetakan yang keenambelas, cetakan pertamanya tertulis tahun 1978. Jujun S. Suriasumantri, penyusun buku ini memberi Judul &#x22;Ilmu dalam Perspektif, Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu&#x22;.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Dalam...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/175/Asumsi</guid>
<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 13:59:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Jalan Langit dan Jalan Bumi</title>
<description>  &#x3C;img class=&#x22;alignright&#x22; src=&#x22;http://www.mathsisgoodforyou.com/images/people/thales.jpg&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;Dahulu, gerhana matahari merupakan gejala alam yang penuh dengan misteri dan banyak mengandung kisah mistis. &#x3C;a href=&#x22;http://www.mathsisgoodforyou.com/people/thales.htm&#x22;&#x3E;Thales&#x3C;/a&#x3E;, seorang pemikir dari Miletus, daerah Pantai Barat Asia Kecil, pernah memprediksi datangnya gerhana matahari. Dan prediksinya itu tidak meleset, tahun 585 SM terjadi gerhana matahari.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Karena kepandaiannya memprediksi itu, Ia menjadi terkenal sebagai ahli nujum dan dimasukkan ke dalam tujuh orang bijak (sage) dalam hikayat Yunani. Sebenarnya prediksi itu adalah hasil ketekunannya belajar astronomi, bukanlah prediksi yang didasarkan pada tahayul. Pada saat itu tahayul menjadi hal yang biasa dan menjadi kepercayaan di masyarakat Militus. Ia menemukan perhitungan gerhana matahari berikutnya akan terjadi setelah 18 tahun, 10 hari dan 7,7 jam.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Selain menguasai ilmu astronomi, Ia sangat mahir di bidang matematika terutama geometri. Kedua ilmu itu dipelajarinya disela-sela aktifitas berdagang. Ia adalah seorang saudagar yang sering mengadakan perjalanan dagang ke berbagai kota. S...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/174/Jalan_Langit_dan_Jalan_Bumi</guid>
<pubDate>Tue, 4 Mar 2008 15:51:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Yang Modern dan Tradisional</title>
<description>&#x3C;A href=&#x22;/photos/hi-res/upload/R7u1LgoKCDgAABnWM8E1&#x22;&#x3E;&#x3C;IMG class=alignright src=&#x22;http://images.imamisnaini.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R7u1LgoKCDgAABnWM8E1/Image006.jpg?et=jRQXBTfkj6KJqp8Y2fo9%2CA&#x26;amp;nmid=&#x26;amp;nmid=82811270&#x26;amp;nmid=82811270&#x22; border=0&#x3E;&#x3C;/A&#x3E;Telepon genggam saya berdering, ada pesan masuk dari Icha, isinya &#x22;mas kemana aja, lama nggak mampir&#x22;. Memang sudah hampir satu tahun saya tidak berkunjung ke sana, biasanya seminggu sekali saya sempatkan mengunjunginya. Tadi malam saya berkunjung untuk makan malam. Icha itu nama depot kaki lima di sekitar Kopertis Surabaya.&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;Tidak saya sangka, pemilik depot menyambut saya dengan gembira, layaknya saudara yang lama tidak berjumpa. Senyumnya sapanya yang khas dan keramah-tamahannya sangat menyejukkan. Saya memesan dorang goreng, nasi putih dan teh panas.&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;Sambil makan, saya ngobrol dengannya. Meski harus melayani pelanggan yang banyak, perhatiannya tidak berkurang pada saya, tentu bergantian dengan pelanggan-pelanggannya yang lain. Saya tanya kabar keluarganya, begitu juga Ia. Sekarang Ia tidak perlu mengontrak rumah lagi, Ia membeli rumah meskipun kecil, &#x22;Saya tidak bisa membeli rumah yang jauh mas, soalnya kalau jualan seperti ini ribet, banyak barang kecil-kecil, kalau ketinggalan bisa c...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/173/Yang_Modern_dan_Tradisional</guid>
<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 04:54:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Anak Yang Tidak Diinginkan Lahir</title>
<description> &#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/R7o85goKCDgAAFyTRlc1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignright&#x22; src=&#x22;http://images.imamisnaini.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R7o85goKCDgAAFyTRlc1/Image003.jpg?et=Ura%2BTfUb2EEf5tcoJddZZQ&#x26;amp;nmid=&#x26;amp;nmid=82642538&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Apa yang kita rasakan ketika mengetahui bahwa kehadiran kita di dunia ini sebenarnya tidak diinginkan oleh kedua orang tua kita? Kehamilan ibu saat mengandung kita sebenarnya tidak direncanakan. Marah atau sedihkah? Saya sendiri tidak bisa membayangkan seperti apa rasanya. Mungkin akan marah, kecewa, sedih, merasa tidak berguna atau campuran dari semuanya. Bisa juga malah pasrah dan bertekat akan membuktikan bahwa kehadiran kita mempunyai arti. &#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;br&#x3E;Pertanyaannya bisa juga dibalik, sebagai orang tua, apakah sebenarnya kita menginginkan kelahiran anak kita? Apakah anak kita itu buah dari cinta dan kasih sayang atau hanya sekedar akibat dari rencana yang gagal? Entah anak kita yang mana, pertama, kedua atau kesebelas mungkin. &#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;br&#x3E;Kenyataannya, memang banyak kelahiran yang tidak diinginkan. Badan Kesehatan Dunia memperkirakan ada 38 persen dari 200 juta kehamilan pertahun merupakan kehamilan yang tidak diinginkan (&#x3C;a href=&#x22;http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.02.15.2114162&#x26;amp;channel=1&#x26;amp;mn=20&#x26;amp;idx=97&#x22;&#x3E;Kompas,15 Februari 2008&#x3C;/a&#x3E;). Kehamilan tersebut bisa jadi karena gagal kon...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/172/Anak_Yang_Tidak_Diinginkan_Lahir</guid>
<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 02:17:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Decorum Publicum (Tata Krama Publik)</title>
<description>       &#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/R7VX9AoKCDgAAFHKOG01&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.imamisnaini.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R7VX9AoKCDgAAFHKOG01/last_supper.jpg?et=EcwarGqjGkME1ST8Uy2QUw&#x26;amp;nmid=&#x26;amp;nmid=82110236&#x26;amp;nmid=82110236&#x26;amp;nmid=82110236&#x26;amp;nmid=82110236&#x26;amp;nmid=82110236&#x26;amp;nmid=82110236&#x26;amp;nmid=82110236&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Saya tertarik sekali menyimak kasus sampul majalah Tempo edisi 4-10 Februari yang lalu. Karena ketertarikan itu, kemudian saya melakukan dudah-dudah di internet untuk mengetahui bagaimana kasus itu terjadi dan apa yang bisa kita ambil sebagai pelajaran. Saya berpegang bahwa setiap peristiwa yang terjadi, yang sempat saya ketahui, mengandung pesan agar saya mempelajarinya dan mengambil hikmah darinya. Saya yakin hikmah itu akan berguna untuk kehidupan saya kelak dikemudian hari. &#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;br&#x3E;Masalah majalah Tempo itu adalah karena sampulnya mirip dengan The Last Supper, lukisan karya Leonardo da Vinci. Dan memang, menurut Kendra Paramita sang ilustrator, sampul tersebut dibuat karena terinspirasi The Last Supper.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sejumlah orang, yang mengaku sebagai perwakilan umat Katolik, mendatangi kantor majalah Tempo untuk mempertanyakan sampul majalah itu. Para perwakilan tersebut menilai bahwa sampul itu menyinggung perasaan umat Katolik karena menyamakan posisi Yesus dalam The Last Supper dengan ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/171/Decorum_Publicum_Tata_Krama_Publik</guid>
<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 09:04:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Chairil Anwar, Sebuah pertemuan</title>
<description>Siapa yang tidak kenal Chairil Anwar? Seorang penyair besar pada jamannya, dan sampai saat ini pun karya-karyanya selalu menjadi bahan kajian yang menarik. Memahami sekumpulan sajak Chairil, membuat kita bisa melihat pandangannya terhadap berbagai macam hal di sekelilingnya dari waktu ke waktu.

Buku, Chairil Anwar, Sebuah pertemuan, mengajak kita memahami sajak-sajak Chairil secara berurutan dari yang pertama ditulis sampai yang terakhir. Dari pemahaman yang berurutan tersebut bisa diketahui perkembangan pandangan dan gejolak batin yang dialami Chairil.

Di babak pertama perjalanan karir sastranya, Chairil menghadapi kenyataan, Ia ditinggal neneknya meninggal dunia. Kenyataan itu membawa Chiril pada sebuah pertanyaan filosofis tentang kehidupan. Untuk apa hidup ini kalau pada kahirnya akan mati. Apa artinya harapan, cita-cita dan keinginan toh pada akhirnya semua sia-sia.

Bagi Chairil hidup bagaikan sebuah pematang yang menahan dentuman gelombang laut yang dalam. Untuk apa pema...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/reviews/item/8</guid>
<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 01:58:33 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Komik Kuark</title>
<description>     Jangan menyuruh orang memanjat kelapa, tapi beritahu Ia kalau minum air kelapa muda itu sangat menyegarkan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Jangan menyuruh orang untuk mengerjakan sesutu, beri motivasi, Ia akan mengerjakan pekerjaan itu dengan sendirinya dan dengan bahagia.&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic;&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://imamisnaini.multiply.com/photos/hi-res/upload/R6r8iAoKCDgAACUFfQM1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignright&#x22; src=&#x22;http://images.imamisnaini.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R6r8iAoKCDgAACUFfQM1/Image004.jpg?et=2LHJ6lXpkLriLi8Ord1SRA&#x26;amp;nmid=&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Di rumah, saya menemukan komik milik keponakan saya yang kelas lima SD, isinya tentang ilmu pengetahuan, namanya &#x3C;a href=&#x22;http://www.komikuark.net/&#x22;&#x3E;Kuark&#x3C;/a&#x3E;. Sekilas nama itu mirip dengan &#x22;quark&#x22; partikel terkecil pembentuk proton dan neutron dalam ilmu fisika partikel. Setelah dilihat, memang komik ini dibimbing oleh Yohanes Surya, pencetak kader fisikawan Indonesia.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Kuark sangat menarik. Banyak ilmu yang bisa dipelajari disitu, tidak hanya fisika saja, ada biologinya, elektronika, ilmu perbintangan dan yang menurut saya paling menarik, ada biografi singkat tentang tokoh ilmu pengetahuan. Kebetulan yang sedang saya baca, ada cerita tentang Blaise Pascal, penemu prinsip hidrodinamika itu.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Cerita dalam komik ini di dibuat sesuai dengan kehidupan yang dialami anak sehari-hari. Misalnya...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/170/Komik_Kuark</guid>
<pubDate>Thu, 7 Feb 2008 12:32:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Masjid dan Tidur Siang</title>
<description> &#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/R6nKhgoKCDgAAHFgLb41&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/R6nKhgoKCDgAAHFgLb41&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignright&#x22; src=&#x22;http://images.imamisnaini.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R6nKhgoKCDgAAHFgLb41/Image004.jpg?et=zoynskX3cZmhQlpVmjNbRg&#x26;amp;nmid=&#x26;amp;nmid=80915438&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Setiap kali saya menjumpai masjid selalu ada rasa kesejukan disitu. Secara nalar mungkin bisa diterangkan. Biasanya pelataran masjid itu luas dengan banyak pintu di samping kanan, kiri dan depannya. Angin dengan leluasa bisa masuk sehingga ada pergantian udara di dalam masjid. Jadilah udara yang kita rasakan selalu segar. Ditambah lagi atapnya yang tinggi, panas matahari yang diserap atap tidak sampai memanaskan ruangan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://imamisnaini.multiply.com/photos/hi-res/upload/R6nKhgoKCDgAAHFgLb41&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Hal yang sama juga saya rasakan di Muhajirin, masjid dekat kantor saya. Karena kesejukannya itu banyak sekali jamaah yang menyempatkan diri tidur-tiduran setelah sholat dzuhur. Termasuk juga Amin, pedagang roti keliling. Saya selalu menjumpainya saat sholat dzuhur dan ashar. Rupanya selama antara dzuhur dan ashar itu Ia tidur. &#x22;Kalau siang pembelinya sepi Mas, mendingan istirahat disini&#x22; katanya suatu saat kepada saya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Selain Amin, masih banyak lagi yang memanfaatkan masjid untuk tidur siang atau sekedar duduk-duduk. Masalahnya, bagaimana menjaga kesucian masjid dari na...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/169/Masjid_dan_Tidur_Siang</guid>
<pubDate>Wed, 6 Feb 2008 14:53:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Revolusi Pertanian</title>
<description> &#x3C;img style=&#x22;width: 215px; height: 198px;&#x22; class=&#x22;alignright&#x22; src=&#x22;http://images.imamisnaini.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R5frwwoKCDgAAGyjx0M1/agriculture%20rev.jpg?et=cy6eXU94A5kdx2iKK4FEfA&#x26;amp;nmid=&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;Pertanian mempunyai peranan yang sangat penting bagi perkembangan sebuah negara. Pengelolaan pertanian yang tepat akan menjamin ketersediaan makanan bagi seluruh masyarakatnya. Meskipun manusia tidak hidup untuk makan, tetapi manusia sangat membutuhkan makanan untuk menjalankan fungsi hidupnya. Karena itu ketahanan pangan merupakan syarat mutlak bagi kemajuan sebuah negara. &#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;br&#x3E;Terbentuknya masyarakat modern seperti sekarang ini juga bermula dari pengenalan manusia pada cara bercocok tanam sekitar 10 ribu tahun yang lalu. Sebelumnya, selama 2 juta tahun, manusia hidup berpindah-pindah dari satu tempat perkemahan ke tempat perkemahan yang lain untuk mencari sumber makanan.&#x26;nbsp; Ketergantungan manusia terhadap alam sangat besar. Kemampuan akal manusia masih terbatas, alat-alat yang digunakan juga masih berupa segumpal batu untuk melempar atau batang kayu yang diperuncing untuk menusuk. &#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;br&#x3E;Pengenalan manusia pada cara bercocok tanam, menjadikan perubahan yang sangat cepat pada pola...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/168/Revolusi_Pertanian</guid>
<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 01:36:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Dunia Para Pembohong</title>
<description> Suatu saat saya ditanya oleh seorang bapak di sebuah stasiun kereta, bagaimana cara menuju suatu tempat. Saya menerangkan sepengetahuan saya. &#x22;Untuk menuju ke tempat itu harus pindah-pindah angkutan umum&#x22; kata saya. Eh, bapak itu bilang, &#x22;kalau begitu naik taksi saja, terlalu ribet kalau naik angkutan umum.&#x22;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x22;Tidak apa-apa kalau Bapak mau naik taksi, tapi harus hati-hati, jangan sembarang naik taksi, nanti dibohongi,&#x22; saya mencoba menyarankan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Di luar dugaan, dengan tersenyum bapak itu menjawab, &#x22;tidak apa-apa, tiap hari kan kita sering berbohong, jadi tidak apa-apa sekali-kali dibohongi, wajar saja kan.&#x22;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Wah saya kaget sekali. Belum pernah saya mendengar logika semacam itu. Yang sering saya dengar adalah nasehat para orang tua, &#x22;kalau tidak suka dibohongi, ya jangan berbohong&#x22;, sama juga seperti &#x22;kalau dipukul itu sakit, ya jangan memukul&#x22;.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Tapi pukul-memukul itu dianggap wajar dalam dunia tinju, malah diharuskan. Kalau seorang petinju tidak bisa memukul, ia akan kalah dan otomatis perin...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/167/Dunia_Para_Pembohong</guid>
<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 05:42:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Harta yang sangat berharga itu bernama Kepedulian</title>
<description>Entah akan seperti apa nasib para korban banjir di kotaku jika diantara mereka tidak ada rasa peduli antar sesama. Mungkin akan banyak korban jiwa berjatuhan. Yang berada di atap rumah hanya bisa berharap-harap cemas air akan surut atau malah meninggi atau rumah yang ada dibawahnya akan roboh diterjang arus yang begitu deras.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Alhamdulillah, masih ada para tetangga yang rela berendam dari subuh sampai menjelang maghrib untuk mengevakuasi para korban yang terjebak di rumahnya. Dengan modal nekat mereka berenang, dengan alat seadanya, menghampiri satu persatu korban tanpa peduli dulunya saling berseteru atau bermusuhan. Tanpa ditanya anak siapa atau saudara siapa. Yang paling penting mereka bisa selamat.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Rumah-rumah yang temboknya menghalangi arus air, rela untuk dijebol. Ganti rugi? Wah sudah tak terpikirkan lagi, yang penting banjir segera surut dan penderitaan segera berlalu. Yang rumahnya tidak terkena banir, melebihkan menanak nasi dan membungkusnya untuk dibagikan kepada mereka yang t...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/166/Harta_yang_sangat_berharga_itu_bernama_Kepedulian</guid>
<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 03:29:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>I Not Stupid</title>
<description>Antara anak dan orang tua sering sekali terjadi pertentangan. Orang tua menginginkan anaknya kelak menjadi orang yang baik. Maka disusunlah nilai-nilai yang harus dipatuhi anak. Ditentukan siapa yang boleh menjadi teman dan siapa yang tidak. Anak harus pintar di sekolah, dengan sederet nilai akademis yang memuaskan.

Di sisi yang lain, anak mempunyai keinginan dan minat. Mempunyai teman dan sahabat sendiri yang terkadang tidak sesuai dengan kriteria orang tuanya. &#x22;Jaman sudah berubah, anak muda harus ikut perubahan,&#x22; katanya. Sosok orang tua adalah sosok yang kuno, kolot dan kaku. Sulit sekali menerima perubahan jaman.

I Not Stupid, sebuah film lama, drama komedi produksi Singapura, memberi gambaran pertentangan itu. Tiga orang sahabat, Kok Pin, Boon Hock dan Terry Khoo, mempunyai nasib yang mirip. Ketiganya mendapat tekanan dari keluarganya masing-masing untuk mendapat prestasi akademis yang tinggi. Padahal sangat berat bagi mereka untuk mencapainya. Selain karena kemampuan merek...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/reviews/item/7</guid>
<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 15:50:47 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Punya Satu Anak Saja Ya...</title>
<description>    &#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/R1gZlwoKCtQAAGjpE481&#x22;&#x3E;&#x3C;img style=&#x22;width: 148px; height: 177px;&#x22; class=&#x22;alignright&#x22; src=&#x22;http://images.imamisnaini.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R1gZlwoKCtQAAGjpE481/azif%20nija-ninjaan.jpg?et=60GS0pMSQKwvk8Sb352HWw&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;blockquote style=&#x22;font-style: italic; font-weight: bold;&#x22;&#x3E;Penduduk dunia terus berlipat ganda, diperkirakan saat ini jumlahnya sudah mencapai 6,5 miliar.&#x3C;/blockquote&#x3E;&#x22;Yah, kita punya anak satu saja ya,&#x22; kata istri saya saat telepon setengah berharap saya menyetujuinya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Cerita-punya cerita, ternyata ia baru saja mendapat kabar yang kurang menyenangkan dari temannya. Temannya melahirkan secara normal, tapi ada masalah dengan jahitan bekas operasi cesar saat melahirkan anaknya yang pertama. Jahitan bagian dalamnya membuka kembali. Ngeri memang. Makanya istri saya agak trauma untuk melahirkan kembali. Dulu, saat melahirkan anak kami, ia juga di cesar.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Tapi kemudia ia bilang, &#x22;tidak hanya itu saja yah, kita harus berfikir. Dunia ini sudah banyak penghuninya. Semakin sumpek. Sementara sumber daya alam yang ada semakin terbatas. Kita jangan hanya memikirkan diri sendiri dan anak-anak kita. Jangan hanya karena pertimbangan kita masih mampu membiayai dan mengurus keperluan anak, maka kita akan menambah anak. Pertimbangkan, masih banyak anak-anak yang terlantar y...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/165/Punya_Satu_Anak_Saja_Ya...</guid>
<pubDate>Thu, 6 Dec 2007 15:46:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Hutan dan Kisah Anak dengan Coklat di Tangan</title>
<description>&#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/R1dakwoKCtQAABMwNd01&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignright&#x22; src=&#x22;http://images.imamisnaini.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R1dakwoKCtQAABMwNd01/global%20warming.jpg?et=G3HNDoHxWq5hOgfGis3M2g&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Suhu udara semakin panas. Sejak akhir abat-19 suhu permukaan bumi meningkat 1 derajat Fahrenheit. Suhu terpanas terjadi pada 15 tahun terakhir ini. Terjadilah pemanasan global sehingga es dan gletsyer di kutub mencair. Akibatnya permukaan air laut meningkat 4 sampai 10 inci sepanjang abad terahir. &#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;br&#x3E;Musim semakin tidak menentu. Hujan dan kemarau sudah tidak dapat diperkirakan lagi kapan datangnya. Curah hujan pun mengalami penurunan yang berakibat pada berkurangnya sumber air bersih bagi kehidupan manusia di Bumi. Kekeringan dimana-mana. Hidup dan kehidupan manusia di Bumi terancam. &#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;br&#x3E;Yang menjadi penyebab Bumi mengalami demam tinggi adalah karena kandungan karbon dioksida (CO2) dalam admosfir melebihi batas alaminya. CO2 terlalu banyak yang terlepas ke udara karena aktifitas pembakaran bahan bakar fosil tanpa ada yang menahannya. &#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;br&#x3E;Hutan, sebagai media penahan CO2 semakin menipis keberadaannya. Aktifitas ekonomi manusia memaksa melakukan penggundulan hutan untuk bahan baku...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/164/Hutan_dan_Kisah_Anak_dengan_Coklat_di_Tangan</guid>
<pubDate>Thu, 6 Dec 2007 02:11:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Tanya Jawab, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim</title>
<description>   &#x3C;img class=&#x22;alignright&#x22; src=&#x22;http://assets.panda.org/img/prokosch46056300_pera_40635.jpg&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;Saya tertarik dengan isu pemanasan global dan perubahan iklim yang saat ini sedang hangat dibicarakan media-media. Tidak saja karena ada sidang PBB tentang perubahan iklim (UNFCCC) di bali tanggal 3 sampai 14 Desember ini. Juga karena sangat terasa sekali perubahan iklim yang terjadi beberapa tahun terakhir ini seperti tidak menentunya musim hujan dan kemarau, suhu udara terasa panas dan terjadinya banjir dan kebakaran hutan yang parah.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Kemudian, saya berjalan-jalan di dunia maya untuk mengunduh informasi tentang perubahan iklim ini. Mendaratlah saya ke situs &#x3C;a href=&#x22;http://www.wwf.or.id/index.php?language=i&#x22;&#x3E;WWF-Indonesia&#x3C;/a&#x3E;. Saya menemukan tanya jawab soal pemanasan global dan perubahan iklim. Sangat informatif dan banyak menambah pengetahuan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Berikut isi tanya jawab itu, mudah-mudahan berguna bagi teman-teman semua.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Apakah yang dimaksud dengan Efek Rumah Kaca (ERK) dan penyebabnya?&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Efek Rumah Kaca dapat divisualisasikan sebagai sebuahproses. Pada kenyataannya, di lapisan atmosfer terdapatselimut gas. Rumah kaca adalah analogi atas bumi ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/163/Tanya_Jawab_Pemanasan_Global_dan_Perubahan_Iklim</guid>
<pubDate>Wed, 5 Dec 2007 03:21:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Pemimpin Sejati</title>
<description> &#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/R1TFeAoKCtQAAFIN9EY1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignright&#x22; src=&#x22;http://images.imamisnaini.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R1TFeAoKCtQAAFIN9EY1/pemimpin%20sejati.jpg?et=bOviD77dJt%2ClYrDz7FXoaA&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Gambar ini saya ambil dari jurnal &#x3C;a href=&#x22;http://arhamkendari.wordpress.com/2007/09/02/perang-baliho-di-kendari/&#x22;&#x3E;Perang Baliho di Kendari&#x3C;/a&#x3E; dari blognya Mas &#x3C;a href=&#x22;http://arhamkendari.wordpress.com&#x22;&#x3E;Arham&#x3C;/a&#x3E;. Ya ini gambar baliho kampanye seorang Calon Gubernur di Sultra.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Menarik sekali tulisan dalam baliho itu, &#x22;PEMIMPIN SEJATI ADALAH PELAYAN RAKYAT&#x22;. Gambarnyapun menarik, seolah-olah mengatakan kalau ingin menjadi gubernur harusnya mau menjadi pelayan rakyat. Arti pelayan pun dianalogikan sebagai tukang sapu dengan pakaian yang sederhana.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Kalau kesadaran ini memang benar dipunyai oleh calon gubernur itu saya salut padanya dan saya akan memilih dia seandainya saya punya hak pilih disana.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Pemerintahan diadakan karena ada kebutuhan dan keperluan rakyat yang harus diurus dan dicukupi. Kalau rakyat bisa mengurus kebutuhan dan keperluannya sendiri tidak ada gunanya pemerintahan didirikan. Rakyat mengumpulkan uang dengan membayar pajak untuk menggaji pejabat dalam pemerintahan. Sama artinya dengan seorang majikan yang menggaji para pembantunya. Nah kalau pemimpin pemerintahan sadar akan hal itu dia memang seorang pe...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/journal/item/162/Pemimpin_Sejati</guid>
<pubDate>Tue, 4 Dec 2007 02:51:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Lukisan Jalanan Surabaya</title>
<description>Karena tertarik dengan graffiti, hari Jum&#x27;at kemarin saya berkeliling mencari lukisan jalanan itu di beberapa tempat di Surabaya. Berbekal kamera digital pinjaman, saya ditemani Teguh meluncur ke Jalan Tunjungan.

Di deretan toko yang tidak pernah buka, kami menemukan beberapa lukisan di rolling door dan di dinding bagian atas. Lukisan-lukisan di situ kebanyakan sudah rusak, ada bekas sobekan poster iklan sehingga gambarnya terkesan jelek. Graffiti yang di tembok atas hanya tagging saja, jadi sangat jelek dam terkesan kotor.

Setelah puas memotret langsung meluncur ke Jembatan Mayangkara, dekat Darmo Trade Center (DTC), Wonokromo. Saya ingat di kolong jembatan ada lukisan-lukisannya. Cukup menarik, lukisan yang bergaya mural itu menggambarkan kota Surabaya dengan icon-iconnya. Ada Tugu Pahlawan, Bambu Runcing, Patung Jales Veva Jayamahe dan beberapa lukisan gedung. Sayang mural ini dibuat karena dukungan salah satu produsen rokok, jadi ya ada logo perusahaan yang besar tertempel.
...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/photos/album/17/Lukisan_Jalanan_Surabaya</guid>
<pubDate>Tue, 13 Nov 2007 02:48:24 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Mr China</title>
<description>Dalam pertemuan dengan klien untuk meformulasikan sebuah riset pasar produknya, ada sebuah ketakutan yang diungkapkannya menyangkut prospek bisnis di tahun-tahun mendatang. Produk serupa dari China mulai membanjiri pasar di Indonesia dengan harga yang sangat kompetitif. &#x22;Kalau kondisi ini terus berlangsung pabrik kami akan tutup karena dengan usaha apapun kami tidak bisa bersaing harga dengan mereka,&#x22; ungkapnya.

China memang menjadi fenomena yang menarik sekaligus menakutkan bagi negara-negara di dunia. Bahkan negara sebesar Amerika Serikat (AS) pun kawatir dengan perkembangan China. Dalam kurun waktu 25 tahun, China menjelma dari negara besar yang miskin menjadi pusat kekuatan kapitalisme global. Pertumbuhan ekonomi China tiga kali lebih cepat dibandingkan AS.

Dibalik kesuksesan China, ternyata ada kisah tragis dari seorang bankir Wall Street yang mengalami kerugian besar dalam usahanya membangun kerajaan bisnis di China. Kisah ini diramu menjadi sebuah novel yang menarik, &#x22;Mr C...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/reviews/item/6</guid>
<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 01:25:39 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Mari Menyelamatkan Budaya Bangsa</title>
<description>Kita pantas marah dan mengutuk negara tetangga kita. Sudah beberapa kali kita dikecewakannya. Mulai dari banyak kasus kekerasan terhadap tenaga kerja kita sampai pada penggunaan kekayaan budaya kita tanpa minta ijin.

Kita seolah tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak bisa membuktikan klaim-kalim yang kita ajukan. Tapi tidak ada gunanya marah tanpa ada tindakan nyata untuk berubah.

Ada diskusi yang sangat menari di &#x3C;a href=&#x22;http://www.detikforum.com/showthread.php?t=2466&#x22;&#x3E;detikForum &#x3C;/a&#x3E;terkait dengan insiden Rasa Sayange. Untuk melindungi kekayaan budaya kita, salah satu peserta diskusi mengusulkan membuat website tentang budaya Indonesia. Website ini akan menampung semua jenis budaya yang ada di Indonesia.

Bagaimana langkahnya ? Seorang peserta diskusi dengan ID Maskiko menyampaikan langkah yang pertama adalah dengan menginventaris kebudayaan, seni atau apapun yang ada di sekitar kita. Dengan mencantumkan sumbernya, lebih akurant lebih baik. Mungkin dalam ruang lingkup satu provinsi.

Ia mencontohkan untuk daerah Jawa Tengah, list bu...</description>
<guid isPermaLink="true">http://imamisnaini.multiply.com/reviews/item/5</guid>
<pubDate>Thu, 4 Oct 2007 05:03:55 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>