catatan kecil imam isnaini

imam's posts with tag: bencana

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag bencana
Blog EntryAnimasi, Membaca Tanda BencanaNov 13, '07 8:34 PM
for everyone
Negeri kita adalah negeri bencana. Yang wilayahnya dikelilingi deretan gunung berapi dan tempat pertemuan lempeng bumi. Sungguh, hidup di Indonesia selalu dihantui rasa was-was akan terkena gempa, gunung meletus atau tsunami.
 
Jika tidak belajar dari bencana yang telah terjadi, korban akan banyak berjatuhan lagi. Banyak lagi yang akan kehilangan sanak-saudara, tetangga dan teman-teman dekat. Kehilangan mata pencaharian. Dan yang lebih parah lagi, kehilangan semangat untuk hidup.
 
Peran pemerintah melalui badan-badannya (BMG,PVMBG dan lain-lain) sangat diperlukan disini. Karena badan-badan tersebut mempunyai keahlian untuk membaca tanda-tanda bencana. Dari tanda-tanda itu bisa diambil langkah-langkah untuk menekan sekecil mungkin korban bencana. Langkah-langkah itu bisa berupa peringatan ataupun anjuran untuk melakukan pengungsian.
 
Namun, jika hanya mengandalkan pemerintah saja rasanya masih kurang. Mayarakat di sekitar potensi bencana sendiri perlu melakukan antisipasi secara mandiri untuk mempercepat upaya penyelamatan. Berarti masyarakat perlu juga mempelajari tanda-tanda bencana itu.
 
Bagaimana masyarakat harus belajar ? Ada sebuah animasi dari AFP tentang proses dari awal bagaimana kekuatan angin bisa menyebabkan kerusakan dan juga menimbulkan gelombang laut yang sangat besar. Animasi ini sangat menarik karena dilengkapi dengan data yang lengkap dan foto-foto bencana serupa yang pernah terjadi. Tanda-tanda bencana juga dapat dilihat dengan jelas seperti perubahan arah asap yang keluar dari cerobong, langit yang semakin lama semakin gelap dan angin yang bertiup semakin kencang.
 
Saya yakin siapapun, dengan tingkat pendidikan apapun dan yang berstatus sosial kelas manaapun jika melihat animasi ini pasti bisa mengerti. Bahkan anak taman kanak-kanan pun dengan tambahan sedikit penjelasan mungkin juga bisa mengerti.
 
Kemudian saya berfikir bagaimana jika dibuat animasi untuk bencana yang berpotensi terjadi di Indonesia seperti tsunami, gempa bumi dan gunung meletus. Foto-foto bencana yang pernah terjadi sudah ada, videonya pun juga ada. Tentu aimasi ini akan sangat membantu sekali memberi pengetahuan akan tanda-tanda bencana ke semua lapisan masyarakat.
 
Dengan tanda-tanda yang sudah dimengerti, masyarakat akan selalu siap jika sewaktu-waktu bencana benar-benar terjadi. Anjuran untuk mengungsi tentu juga lebih mudah untuk disampaikan dan dimengerti masyarakat.
 
Ketika saya menginformasikan ini kepada teman yang biasa membuat animasi, teman saya bilang, "sebenarnya membuat animasi seperti itu sangat mudah, yang sulit bagaimana memperoleh data-data yang akurat mengenai tanda-tanda bencana itu."
 
Kalau masalah data, saya yakin pemerintah mempunyai data yang lengkap. Buktinya saat gunung Kelud meletus kepala PVMBG begitu gamblang menjelaskan bagaimana prosesnya dengan data-data pengukuran yang sangat lengkap disertai sekenario-skenario letusan yang mungkin akan terjadi.
 
Nah, data akurat sudah tersedia. Berarti pembuatan animasi tidak ada kendala lagi. Selain teman saya itu, tentu masih banyak ahli-ahli animasi lain yang tidak kalah jagonya di Indonesia. Bagaimana, animasi membaca tanda bencana bisa dibuat kan ?


Click di sini untuk melihat animasinya



Blog EntryGunung Kelud dan Tanggap BencanaOct 9, '07 6:31 PM
for everyone
Sore, 10 Februari 1990, saya melihat ada yang aneh dengan langit di sebelah timur. Matahari di barat masih tinggi, tetapi warna langit sebelah timur sudah gelap. Awalnya saya mengira itu gejala biasa aja, pertanda akan turun hujan. Awan gelap lama kelamaan bergerak semakin mendekat. Sudah mulai banyak debu putih yang berjatuhan. Malam harinya, debu putih turun seperti hujan. Pagi harinya saya baru tahu Gunung Kelud meletus.

Beberapa minggu terakhir ini, aktifitas Gunung Kelud menunjukkan gejala-gejala akan meletus. Dilihat dari 3 letusan sebelumnya, tahun 1951, 1966, dan 1990, Gunung Kelut termasuk gunung berapi dengan perionde waktu letusan yang singkat, antara 10 sampai 25 tahun. Rentang waktu dari letusan yang terakhir sampai sekarang sudah 17 tahun, berarti sudah masuk periode letusan.

Hasil pemantauan Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga menunjukkan tanda-tanda Gunung Kelud siap meletus. Danau kawah di puncak Gunung Kelud mengalami perubahan warna. Suhu air danau meningkat, pada kedalaman 15 meter suhunya mencapai 37 derajat celcius. Suhu normal pada kedalaman tersebut 33 derajat celcius. Dapur magma berada pada kedalaman 4,2 km di bawah danau kawah, padahal pada kondisi normal kedalamannya antara 5 sampai 10 km.

Meski belum bisa dipastikan kapan terjadi letusan, sangat perlu untuk mempersiapkan upaya-upaya penanganan jika sewaktu-waktu Gunung Kelud benar-benar meletus. Pak Amien Widodo, Ketua Pusat Studi Bencana Alam LPPM ITS menghimbau agar masyarakat di sekitar Gunung Kelud bisa memberdayakan diri sendiri dan saling membantu untuk upaya penyelamatan saat terjadi krisis.

Pak Amien berpendapat, upaya peberdayaan masyarakat lokal lebih efektif mencegah jatuhnya banyak korban saat bencana alam terjadi. Karena, masyarakat lokal lebih mengenal karakteristik wilayahnya sendiri dan mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi dengan wilayah bencana. Mereka juga mempunyai kemampuan yang bisa dipergunakan meskipun dalam keadaan darurat.

Pemberdayaan masyarakat sangat tepat untuk diterapkan di Indonesia mengingat hampir seluruh wilayah Indonesia rawan terjadi bencana abaik karena pergerakan lempeng bumi maupun aktifitas gunung berapi. Pemberdayaan ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi bencana yang sewaktu-waktu datang. Tujuan akhirnya adalah agar kemampuan masyarakat tersebut menjadi budaya dan kearifan lokal yang tanggap terhadap bencana.

Kita semua berharap tidak ada lagi korban yang berjatuhan, atau paling tidak bisa menekan sekecil mungkin korban akibat ketidaktahuan dan ketidaksiapan menghadapi bencana. Kita juga mempunyai kewajiban untuk lebih peduli dan saling membantu saudara-saudara kita. Hari ini mereka, tapi mungkin suatu saat kita sendiri yang mengalaminya.


Tautan terkait aktifitas Gunung Kelut :

Himbauan Pak Amien Untuk Masyarakat Di Sekitar Gunung Kelut. Bencana tsunami Aceh, gempa di Yogya dan Jawa Tengah, tsunami Pangandaran, meletusnya Gunung Merapi, gempa di Bengkulu-Padang dan bencana-bencana lain di Indonesia mestinya memberi pelajaran sangat penting untuk bangsa kita bagaimana menangani bencana dan bagaimana memulihkan keadaan setelah bencana. Kenyataanya hampir semua dampak bencana yang ditimbulkan selama ini masih menyisakan derita dan trauma bagi masyarakat yang terpapar.

Tim Vulkanologi : Mungkin Sudah Saatnya Gunung Kelud Meletus. Selama 7 hari terakhir, warna air di danau kawah menunjukan perubahan sebagai tanda-tanda Gunung Kelud meletus. Selain itu, hasil pengukuran deformasi dengan metode Laveling juga menujukan posisi tanah yang telah mengalami penurunan mencapai 20 centimeeter.

25 Paranormal Gelar  Ritual di Danau  Kawah Gunung Kelud. Aktivitas Gunung Kelud yang terus meningkat membuat khawatir. Tak kurang dari 25 paranormal yang berada di sekitar Gunung Kelud, Kamis (20/9/2007) menggelar ritual di sekitar danau kawah untuk meminta agar bencana letusan gunung api tidak terjadi.


Blog EntryBunga Ini UntukmuNov 23, '06 7:26 PM
for everyone
Bunga ini untukmu. Bawalah harumnya pergi menghadap-Nya. Kumohon bawalah, hanya ini yang bisa kuberikan, tanda terima kasihku padamu. Iya. Aku tahu kau tak butuh semuanya, kau tak butuh harumnya karena kau sendiri adalah harum itu. Kau juga tidak butuh terima kasih karena hanya rela yang kaupunya. Bunga ini hanyalah tanda.

Bawalah harumnya karena hanya harum yang akan abadi, bunga sendiri akan layu dan mati. Sama seperti dirimu. Jasatmu memang layu, rapuh terpanggang dan kelam terendam. Tapi harummu abadi. Terus terkenang sepanjang pagi. Pertanda bagi kami yang lalai mengurus bumi. Serakah menguras isi dan lupa menyirami.

Jika kau bertemu dengan-Nya, sampaikan sembah sujudku. Sampaikan pula permohonan ampunku. Tidak. Tidak yang lain. Hanya ampunan yang aku harapkan. Iya. Kaupun hanya menyampaikan saja, terserah pada-Nya berkenan atau tidak menerimanya.

Bunga ini untukmu, bawalah harumnya karena hanya harumnya yang abadi, bunga sendiri akan layu dan mati.

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help