catatan kecil imam isnaini

imam's posts with tag: kesehatan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kesehatan
Blog EntryAnak Yang Tidak Diinginkan LahirFeb 18, '08 9:17 PM
for everyone
Apa yang kita rasakan ketika mengetahui bahwa kehadiran kita di dunia ini sebenarnya tidak diinginkan oleh kedua orang tua kita? Kehamilan ibu saat mengandung kita sebenarnya tidak direncanakan. Marah atau sedihkah? Saya sendiri tidak bisa membayangkan seperti apa rasanya. Mungkin akan marah, kecewa, sedih, merasa tidak berguna atau campuran dari semuanya. Bisa juga malah pasrah dan bertekat akan membuktikan bahwa kehadiran kita mempunyai arti.
 
Pertanyaannya bisa juga dibalik, sebagai orang tua, apakah sebenarnya kita menginginkan kelahiran anak kita? Apakah anak kita itu buah dari cinta dan kasih sayang atau hanya sekedar akibat dari rencana yang gagal? Entah anak kita yang mana, pertama, kedua atau kesebelas mungkin.
 
Kenyataannya, memang banyak kelahiran yang tidak diinginkan. Badan Kesehatan Dunia memperkirakan ada 38 persen dari 200 juta kehamilan pertahun merupakan kehamilan yang tidak diinginkan (Kompas,15 Februari 2008). Kehamilan tersebut bisa jadi karena gagal kontrasepsi atau salah melakukan penghitungan waktu subur bagi yang sudah menikah. Bisa juga karena hamil diluar nikah, hubungan gelap dan lain sebagainya.
 
Pasti lebih banyak yang karena hamil diluar nikah atau akibat hubungan gelap? Jangan salah, 87,1 persen kehamilan yang tidak diinginkan tersebut adalah dari pasangan yang sudah menikah. Artinya kehamilan itu lebih banyak karena gagal perencanaan keluarga. Istilah umumnya karena "kebobolan".
 
Yang lebih menyedihkan lagi, ada usaha-usaha untuk menghentikan kehamilan alias aborsi. Alasannya bermacam-macam, ada yang karena faktor ekonomi, sudah banyak anak atau karena anak sulungnya/kakaknya masih terlalu kecil. Angkanya cukup fantastis, dua pertiga kehamilan yang tidak diinginkan dihentikan dengan sengaja, 40 persennya dilakukan dengan tidak aman dan karena itu menyumbang 50 persen dari kematian ibu.
 
Membangun keluarga di jaman sekarang berbeda dengan jaman kakek-nenek kita dahulu. Dulu masih banyak sumber daya yang tersedia, bahan makanan tinggal metik dari kebun belakang rumah, sawahpun masih tersedia luas, cukup untuk menyediakan beras untuk konsumsi keluarga sampai musim panen berikutnya. Tidak perlu bingung punya banyak anak. Banyak saudara di sekitar kita yang membantu merawatnya, bahkan tetanggapun bersedia dimintai tolong dengan sukarela menjaganya.
 
Sekarang sudah berubah. Banyak keluarga muda yang jauh dari induk semangnya. Entah karena tuntutan pekerjaan atau sebab-sebab yang lain. Urusan membangun keluarga tergantung sepenuhnya pada keluarga muda itu sendiri. Mempunyai anak memerlukan pengaturan sumber daya yang ada, termasuk anggaran belanja keluarga. Jadi punya anak harus direncanakan.
 
Yang menjadi masalah jika rencana itu gagal, apakah kehamilan harus dihentikan? Ya kalau menurut yang 38 persen itu, kehamilan boleh dihentikan. Tapi secara moral dan agama tentu itu tidak dibenarkan.
 
Lantas bagaimana? Ninuk Widyantoro, psikolog dari Yayasan Kesehatan Perempuan, berpendapat perlu ada upaya konseling atau pendampingan pada perempuan dengan kehamilan yang tidak diinginkan agar tidak terjadi resiko aborsi atau untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan janin yang dikandungnya. Biasanya pada kasus semacam itu, anak yang dilahirkan tidak bisa tumbuh dan berkembang secara normal.
 
Saya ingat sebelum nikah dulu, saya mendapat nasehat dari seorang teman yang sudah lebih dulu menikah, "jangan kamu bayangkan setelah menikah akan bisa kamu jalani kehidupan ini sendirian, hanya dengan istrimu saja. Bagaimanapun kamu pasti akan membutuhkan orang tuamu dan orang-orang terdekatmu, termasuk juga teman dan sahabat-sahabatmu."
 
Saya kira, nasehat teman saya itu benar sekali. Setelah kita menikah pastilah kita masih membutuhkan orang lain untuk membantu membangun keluarga kita, ya minimal bantuan nasehat atau tukar pengalaman. Kalau tidak orang tua kita sendiri, ya teman dan sahabat dekat kita. Teman atau sahabat bisa menjadi pendamping dalam membangun keluarga, syukur kalau saling membantu dalam urusan materi.

LinkPuskesmas pun NgeblogJun 8, '07 12:05 AM
for everyone
Link: http://puskesmaspalaran.wordpress.com/

Waktu berjalan-jalan di Google, mencari artikel pendukung tentang kesehatan, saya menemukan blog puskesmas palaran. Wah senang sekali, puskesmas sebagai pelayan kesehatan masyarakat mempunyai blog. Saya langsung membayangkan, pelayan kesehatan punya sarana komunikasi yang bisa diakses oleh masyarakat dan bersedia bertukar pikiran dan gagasan sekaligus kritikan lewat reply-reply nya, sungguh menyenangkan sekali. Institusi kesehatan sebesar Rumah Sakit pun belum tentu bersedia untuk itu.

Blog ini dikelola oleh cakmoki (dr. Hatmoko), dulu beliau adalah Kepala Puskemas Rawat Inap Palaran. Blog ini dibuat untuk berbagi informasi tentang kesehatan masyarakat sekaligus menjaring kritik dan saran dari masyarakat untuk perbaikan pelayanan.

Kami hadir ingin berbagi informasi tentang kesehatan masyarakat terutama yang berhubungan dengan keseharian kita. Dengan makin pesatnya perkembangan TI rasanya tidaklah salah bila kami memanfaatkan media ini untuk menampilkan informasi layanan kesehatan di Puskesmas Rawat Inap Palaran, dengan harapan banyak pihak yang memberikan saran perbaikan kepada kami.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat bagi sesama. Amin.


Sayang, sejak 28 Februari lalu, cakmoki mengundurkan diri sebagai pengelola. Pengelolaan selanjutnya diserahkan kepada Kepala Puskesmas yang baru. Semoga postingan ini bukan yang terakhir dan pertanda matinya blog ini. cakmoki pun meninggalkan catatan

CATATAN:
Apabila ada diantara pengunjung yang berminat melanjutkan diskusi seputar kesehatan masyarakat terutama upaya peningkatan layanan kesehatan, dipersilahkan mengunjungi blog pribadi di : cakmoki Blog


Blog EntryMinggu-minggu Kemarin Saya Jeda Sejenak...Mar 7, '07 3:37 AM
for everyone
Minggu-minggu terakhir ini saya jarang sekali nengok MP. Saya mendapatkan rahmat dari Allah untuk bisa merasakan sakit. Rahmat karena saya bisa merasakan begitu besarnya nikmat sehat itu.

Awalnya saya menganggap biasa rasa kurang enak di badan ini, saya masih tetap bekerja seperti biasa. Hari itu pas hari Jum'at, sebentar lagi akan pulang ke Malang dan bisa istirahat dua hari di rumah. Seninnya saya tetap masuk kerja meski rasa kurang enak badan masih terasa bahkan bertambah parah. Benar saja, jam 3 sore sudah tidak kuat lagi. Saya minta ijin pulang.

Sampai di rumah (di Surabaya saya tinggal di rumah kakak) saya minum jahe hangat dan makan roti dan langsung tidur. Jam 5 saya bangun, tapi badan kok terasa melayang dan kepala pusing. Wah ini sakit beneran pikirku. Saya langsung berkemas-kemas pulang ke Malang.

Setelah dua hari ijin tidak masuk kerja, kamisnya saya balik ke Surabaya. Lumayan badan sudah enakan. Tidak lama setelah sampai di Surabaya, istri saya mengabari kalau anak saya sakit. Waduh...jadi tertular ke anak. Saya merasa bersalah membawa virus ke rumah...Istri saya langsung membawanya ke dokter dan benar kata dokter penyakitnya sama persis dengan saya.

Tapi istri saya kawatir, di Malang sedang mewabah demam berdarah. "Dok apakah ada kemungkina kena demam berdarah ?" tanya istri saya. Dokter masih belum bisa memastikan karena masih hari pertama, demam berdarah bisa diditeksi setelah hari ketiga. "Ok saya pantau sampai sabtu, nanti dicek lagi" kata dokter.

Sabtu, panas anak saya turun, sepertinya sakitnya sudah sembuh. Minggunya anak saya sudah bermain dengan teman-temannya. Saya dan istri sempat mengajaknya ke toko untuk belanja. Tapi senin pagi badannya panas lagi, semakin siang panasnya semakin tinggi, badannya lemas, seharian hanya tidur-tiduran saja. Malamnya saya membawanya ke dokter kembali. Dokter menyarankan untuk cek darah, ia curiga anak saya kena demam berdarah. Di arsip dokter ada tetangga saya yang sudah positif demam berdarah. Saya dan istri langsung lemas...

Besoknya saya bawa anak saya ke laboratorium untuk cek darah. Hasilnya memang positif demam berdarah. Trombositnya di bawah batas normal. Saya dan istri hampir menangis.

Kami dan dokter berunding bagaimana langkah selanjutnya yang harus diambil, apakah harus opname atau tidak. Setelah agak lama akhirnya diputuskan untuk dirawat di rumah saja, tapi dokter wanti-wanti untuk memberinya minum yang banyak, sewaktu-waktu kritis tidak sampai drop karena kehilangan cairan sehingga masih bisa tertolong.

Kami berdua harus mengawasi perkembangan anak saya setiap saat. Setengah jam sekali saya bergantian dengan istri memegang telapak tangan dan kakinya. Kalau terasa dingin sekali harus segera dirujuk ke rumah sakit karena itu tanda-tanda syok dan harus segera dilakukan penanganan di rumah sakit.

Alhamdulillah, malam itu tidak terjadi apa-apa. Paginya saya kembali membawanya ke laboratorium untuk dilakukan cek darah ulang, hasilnya trombositnya naik dan sudah dalam batas normal. Saya mengkonsultasikannya ke dokter, ia menyarankan besok cek darah lagi untuk memastikan perkembangannya.

Saya dan istri berucap syukur, hasil cek yang ketiga ini trombositnya naik lagi, kondisi anaknya sudah kembali normal, ceria seperti semula.


Link: http://www.medicastore.com/

Ketika anak saya sakit dan diberi resep dokter biasanya saya menanyakan ke dokter bagaimana cara penggunaannya, apa kandungannya dan apa efek samping obat yang diberikan kepada anak saya. Tidak lupa saya menanyakan apakah obat ini sejenis antibiotik atau bukan untuk tahu apakah harus diminum habis atau tidak. Jika masih kurang puas saya menelepon adik saya yang dokter, menanyakan informasi yang lebih lanjut.

Kemarin teman saya dikantor menginformasikan ada situs "Apotik online". Cukup banyak informasi yang ada di situs tersebut, terutama untuk memenuhi keingintahuan saya diatas. Yang menarik, situs tersebut juga memberi informasi tentang obat, kandungannya, indikasi, dosis yang tepat untuk usia tertentu dan harganya, serta obat jenis lain yang mempunyai fungsi dan kandungan yang sama.

Tetapi perlu diingat, situs ini bukan penggantu dokter, seperti yang dituliskan dalam akhir setiap halamannya (boks paling bawah) :

"Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda."


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help